Betta sp

Plakat - Halfmoon - Crowntail

Pakan Untuk Burayak dan Dewasa

Microworm - Grindal worm - Infusoria

Daun Ketapang

Filter alami untuk menurunkan kesadahan air

Showing posts with label obat. Show all posts
Showing posts with label obat. Show all posts

Friday, July 31, 2015

Micro organisme Inside ( MI )

isi 600ml Rp.20.000
isi 300ml Rp.15.000


Microorganisme Inside ( MI )  merupakan mikroorganisme hidup yang sangat bermanfaat bagi ikan.  Mikroorganisme yang terkandung pada MI mampu membantu pencernakan makanan pada tubuh ikan sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh dengan baik.Selain itu MI juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit.Mikroba yang terdapat dalam MI  salah satunya  adalah bakteri asam laktat seperti Lactobacillus, Carnobacterium.

MI bisa digunakan sebagai campuran makanan dan bisa juga ditaburkan pada media air. Untuk yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran MI pada media air akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air sebagai makanan alami ikan dan dapat memfregmentasi sisa pakan ataupun kotoran ikan sekaligus memelihara kualitas air seperti Nature atau Super Plankton.

Microorganisme Inside ( MI ) merupakan salah satu jenis produk probiotik dan probiotik memang sangat di anjurkan untuk budidaya ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi.Pakar dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air dan pemacu pertumbuhan ikan.Karena ada introduksi mikroba positif maka air menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik.
Pada budidaya akuakultur, pemberian  probiotik mampu menekan perkembangan bakteri patogen di lingkungan perairan yang menurunkan produktivitas. Hasil riset di Thailand dan Jepang sejak 10 tahun silam membuktikan hal itu juga merangsang nafsu makan



Cara Pakai :

  • Sebagai Pakan Burayak
Di berikan untuk burayak cupang, guppy, molly, platy, dll mulai umur 3 hari sampai dengan umur 7 hari.Takaran pemberian cukup 2 sendok makan untuk 2 hari, akan tetapi jika air media burayak keruh atau berkabut cukup banyak karena pemberian sebelumnya jangan beri dahulu tunggu sampai kabut dalam air sedikit hilang atau tunggu agak sedikit bening.Air berkabut/keruh tanda mikroba berlebih pada air,  tapi tidak membahayakan burayak.


  • Sebagai Media Kultur
MI bisa di gunakan sebagai media untuk mengkultur infusoria, kutir ( daphia ), kutir jumbo ( daphia magna ) atau sejenisnya.Gunakan air bekas aquarium diutamakan yang banyak kotoran ikan.
*Cara kultur infusoria ( liat videonya )
*Cara Kultur kutu air
Tuangkan 1  sendok makan  untuk 2 liter air ke dalam media kultur, tambahkan dedak secukupnya ( 1 sendok teh )..Dalam 3 hari biasanya suda bisa di panen.Pemberian MI berikutnya bisa di lakukan ketika air media menjadi agak sedikit bening, air menjadi bening karena bakteri MI telah berkurang di makan oleh kutir/infusoria


  • Sebagai Treatmen pada media Air
Dalam air banyak zat zat yang sangat tidak bersahabat bagi ikan kesayangan anda, mungkin dari beberapa orang menemui kasus ikan yang mati mendadak ataupun sakit.Kwalitas air yang buruk bisa menjadi salah satu penyebabnya.Ada beberapa hal yang anda harus hindari jika ingin menggunakan MI sebagai treatmen pada air :

*Hindari pemakaian filter mekanik,  karena bakteri tidak akan maksimal bekerja jika berada dalam air yang bergelombang ( aerob )
**Hindari pemberian methyl blue atau obat pembunuh bakteri lainnya

Biasanya saya memberikan MI sebagai treatmen 2 hari setelah ganti air, karena hari pertama ketika ganti air saya menggunakan methyl blue untuk membunuh bakteri yang tidak di inginkan pada air yang baru.Setelah reaksi mehtyl blue hilang kurang lebih selama 2 hari, baru saya beri MI dosisnya adalah tuang MI ke dalam air 2 sendok makan untuk 1 liter air, lebih baik lagi jika di dalam tank anda terdapat bio ball ataupun ring ceramic sebagai rumah bagi bakteri.Untuk cupang yang ada dalam soliter ataupun botol cukup 2 tetes dengan menggunakan pipet.Pemberian MI berikutnya bisa pada hari ke -4 dari sebelumnya

  • Meningkatkan daya tahan tubuh dan ukuran ikan 
Menurunnya kekebalan tubuh akan berdampak pada kesehatan ikan.Mudah sakit ataupun kurang nafsu makan.MI dapat membantu persoalan diatas, campur MI pada pakan ikan.Pakan yang paling cocok untuk mencampur MI adalah pelet.Tuang pelet ke wadah lalu tetes kan dengan menggunakan pipet atau sejenisnya sampai pelet basah, biarkan selama 5-10 mnt.Setelah itu baru kasih pelet ke ikan
Dengan bertambahnya nafsu makan ikan pun akan cepat perumbuhannya



Note :
jika air menjadi keruh dan berkabut setelah pemakaian MI, itu tanda mikroba/plankton blooming ( berlebih ).Jangan beri MI lagi, tunggu sampai air yang keruh menjadi sedikit bening atau tunggu sampai kabut dalam air hilang

Sunday, July 12, 2015

EM 4


Rp.50.000 isi 1 liter



Em 4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang didalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan

Produk EM4 Perikanan dan Tambak merupakan kultur EM  yang menguntungkan, berguna untuk meningkatkan bakteri pengurai bahan organik, menekan pertumbuhan bakteri pathogen, menstimulasi enzim pencernaan dan meningkatkan kualitas air pada tambak.



Manfaat :

  • Meningkatkan pertahanan tubuh ikan
  • Meningkatkan pertumbuhan dan size ikan
  • Meningkatkan imunostimulan / daya tahan ikan
  • Meningkatkan daya tahan tubuh ikan sehingga mengurangi penggunaan Antibiotik.
  • Efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air
  • Memfermentasi sisa pakan & kotoran
  • Meningkatkan oksigen terlarut (DO) dan air menjadi bersih sehingga tidak diperlukan penggantian air berulang-ulang.
  • Menguraikan gas-gas amoniak, metan dan hydrogen sulfide.
  • untuk pakan kutu air / DM
  • Meningkatkan kelangsungan hidup burayak hingga 80 %
  • Mengurangi bau tak sedap pada media cacing sutra bahkan dapat mempertahankan kelangsungan hidup casut hingga 70%

Tips & Trik

Bagai mana cara menggunakan EM4 pada aquarium ...?

EM4 merupakan probiotik (bakteri menguntungkan) yang hidup dalam nuansa anaerobik, sedangkan akuarium memiliki lingkungan yang bernuansa aerobik. Dengan ketidaksesuaian lingkungan hidup ini, maka penggunaan EM4 akan sia-sia yang akhirnya tdk berguna sama sekali, krn bakteri anaerob tdk akan bertahan di dlm lingkungan aerob. 

EM4 biasanya digunakan pada perairan tenang, seperti kolam/ tambak, dimana terdapat ketiadaan arus yang dapat membuat tetap bergejolak. Air di perairan tenang hanya mengalami gerakan vertikal yang disebabkan oleh perbedaan suhu, namun biasanya dgn kedalaman yg cukup tinggi suhu pun tidak sanggup utk membuat air utk begejolak, sehingga ini mempengaruhi kemampuan air utk menjaga partikel utk tidak mengendap. Partikel organik yang mengendap ini kemudian akan mengalami perombakan. Perombakan semula terjadi secara organik, namun ketika persediaan oksigen mulai habis perombakan akan beralih secara anaerob. 

Krn itu biasanya perombakan anaerob hanya terjadi di perairan tenang dan pada bagian dasar perairan. Perombakan anaerob ini akan menghasilkan ammonia, asam sulfat, metana. Dimana zat-zat tersebut dapat memperburuk kualitas perairan. Selain itu, kondisi anaerob cenderung merugikan krn mendukung perkembangan bakteri merugikan. 

Kualitas air yg buruk ini harus diselesaikan agar tidak mempengaruhi ikan2 didalamnya. EM4 diberikan disini dan bertindak untuk mengubah kondisi perombakan anaerob menjadi proses fermentasi, yang secara biologis dan ekologis lebih menguntungkan. Fermentasi akan mengurai bahan organik seperti kotoran, bangkai, atau pun sisa tanaman. 

NB: 
- Di dalam akuarium kotoran tidak akan sempat mengendap dan menumpuk krn kotoran tsb akan terhisap oleh filter mekanik, dan kita pun senantiasa mengganti media filter agar perairan tetap sehat. 
- Kemungkinan EM4 dapat diterapkan hanya pada akuarium dgn menggunkan teknik "Deep Sand Bed'. 
- Untuk mendapatkan/ mempercepat perkembangan bakteri baik (bakteri aerob) dlm akuarium (berguna utk mengubah ammonia mjd nitrit kemudian nitrat) cukup menambahkan/ memindahkan batuan yang berasal dari akuarium lain yang telah mencapai kematangan (mature) yg kamu miliki. 
- Utk mendukung perkembangan bakteri baik dlm akuarium dpt menggunakan filter biologis, seperti Wet/ Dry Filter atau Undergravel Filter (UGF).




Monday, February 23, 2015

Metil Biru (Methylene Blue)

Rp.20.000 isi 120 ml


 Mengobati segala jenis serangan bakteri, jamur dan protozoa


Efektif mengobati :

  • white spot
  • infeksi kulit yang disebabkan parasit
  • mata berselaput (katarak)
  • luka badan, pecah sirip ekor
  • memulihkan sirip, ekor, sisik yang pecah dan hancur
  • Selain itu, juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan dengan konsentrasi 1 - 2 persen.




Dosis dan Cara Pemberian

  • Untuk infeksi dan pengobatan
dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan dengan konsentrasi 1 persen per 10 liter air akuarium atau liat aturan pakai di botolnya.Perlakuan dilakukan melalui perendaman jangka panjang. Hal ini hendaknya dilakukan pada akuarium terpisah, atau akuarium karantina untuk menghindari terjadinya efek buruk pada sistem filtrasi biologi dan menempelnya warna pada dekorasi akuarium.

  •  Sebagai profilaktik ( Pencegahan )
dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter atau liat aturan pakai dibotolnya.Hal ini sebagai tindakan pencegahan terhadap serangan jamur pada tubuh ikan.Tindakan ini juga berguna dalam pencegahan telur ikan agar tidak dijamuri.Cara yang lebih mudah adalah dengan menambahkan metil biru pada bak pemijahan setetes demi setetes. Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata. Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna kebiruan atau biru jernih (tembus pandang). Artinya isi di dalam akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas. Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami. Dengan demikian, apabila telur menetas nanti dan burayak makan untuk pertama kali diharapkan sudah tidak akan terpengaruh oleh kehadiaran metil biru tersebut. Setelah telur menetas, penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut, dan juga membantu mengurangi akumulasi bahan organik dan amonium yang mungkin terbentuk dalam bak pemijahan. Pada spesies ikan yang memiliki waktu inkubasi telur lebih dari 4 hari maka pemberian larutan metil biru dapat diberikan setiap dua hari atau tiga hari sekali. Sifat



Kimia-Fisika: Titik Didih: 100° C> Kepadatan (H20 = 1): 1.02 Tekanan Uap (mm Hg dan Temperature): 18 @ 20° C Laju Evaporasi ( n-butyl alcohol= 1): 1 Kepadatan Uap (udara=1): 0.6 Kelarutan dalam air: Larut Warna dan Bau:Biru-ungu, tidak berbau.

Tuesday, February 10, 2015

Garam Ikan


Rp.5000/bungkus


Dosis dan Cara Pemberian
Garam sudah lama digunakan sebagai antiseptik pada akuarium, selain itu juga kerap digunakan sebagai anti jamur (fungisida). Meskipun demikian akhir-akhir ini penggunaan garam sebagai fungisida relatif jarang dilakukan karena banyaknya anti jamur lain yang telah dibuat khusus untuk ikan.


Beberapa dosis penggunaan garam adalah:

Sebagai profilaktik:
Sebagai profilaktik, atau sebagai tonik, atau dalam bahasa umum sebagai “jamu” dianjurkan untuk menggunakan garam sebanyak 1 – 2 sendok teh garam per 4 liter air, atau sebanyak 1 – 2 gram per liter. Atau dengan kata lain sebanyak 0.1 – 0.2 persen. Sebelumnya garam disiapkan di suatu wadah. Kemudian dibuat larutan dalam wadah tersebut sesuai dengan dosis. Setelah garam melarut baru dimasukan kedalam akuarium. Dosis sebagai “jamu” ini digunakan apabila kita belum tahu persis penyakit apa yang sebenarnya menjangkiti ikan, atau bisa juga digunakan apabila ikan terluka, stress dan sejenisnya. Dengan demikian sistem osmoregulasi ikan tetap prima sehingga ikan mudah melakukan pemulihan.

Sebagai perlakuan pengobatan infeksi jamur dan atau bakteri
Untuk keperluan ini diperlukan larutan garam dengan konsentrasi 1 %, atau larutan 10 g garam dan 1 liter air. Pemberian larutan ini hendaknya diberikan secara sedikit demi sedikit sehingga konsentrasi tersebut akan tercapai setelah 24 – 48 jam. Jadi jangan diberikan sekaligus sebanyak 1 %, tapi diberikan secara perlahan-lahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kejutan osmotic, atau stress pada ikan yang bersangkutan.

Pada awalnya konsentrasi larutan dapat dimulai pada tingkat 0.1 – 0.2 %. Kemudian secara teratur garam ditambahkan pada selang waktu tertentu, misalnya setiap 3-4 jam sekali. Apabila pada saat peningkatan konsentrasi garam ini ikan mengalami stress, hentikan segera perlakuan, kemudian ganti air sebagian sehingga konsentrasi garam turun ketingkat semula.

Untuk mengurangi pengaruh racun dari nitrit.
Untuk mengurangi pengaruh nitrit dosis yang dianjurkan adalah 1 gram perliter air.

Untuk melepaskan lintah pada ikan
Dapat dilakukan dengan merendam ikan yang bersangkutan secara singkat dalam larutan garam 2.5 %. Perendaman pada dosis demikian akan menyebabkan lintah melepaskan diri dari tubuh ikan. Meskipun demikian larutan ini tidak akan membunuh lintah itu sendiri.

Sebagai obat infeksi Piscinoodinium (Velvet).
Pengobatan terhadap infeksi Piscinoodinium dapat dilakukan dengan perendaman jangka panjang dalam larutan garam dengan konsentrasi 10 gram per 45 liter air. Atau 1 sendok teh per 4 liter air.



Perhitungan

Untuk memberikan perlakuan garam yang tepat pertama kali harus diketahui volume air dari akuarium yang akan diberi perlakuan. Sebagai contoh apabila anda mempunyai akuarium dengan ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm tapi diisi air setinggai 40 cm saja, maka volume airnya adalah 100 x 50 x 40 cm3 = 2.000.000 cm3 atau sama dengan 200 liter air atau sama dengan 200 kg.

Apabila dosis garam yang diperlukan adalah 1 % maka garam yang diperlukan adalah 1 % (0.01) x 200 kg = 2 kg . Sedangkan bila dosis garam yang diperlukan adalah 0.1 % maka yang diperlukan adalah 0.1 % (0.001) x 200 kg = 0.2 kg atau kurang lebih 2 ons atau 200 gram.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua ikan air tawar tahan terhadap pemberian garam. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan pemberian garam, yakinlah terlebih dahulu bahwa ikan yang dipelihara bukan termasuk ikan yang peka terhadap garam.


Thursday, January 22, 2015

Daun Ketapang


Rp.1500/lembar


  • minimal order Rp.25.000,-
  • daun dibungkus pakai amplop kertas
  • bisa dikirim ke dalam maupun luar kota melalui JNE
  • Bukti pengiriman 

contoh packing



Khasiat Daun Ketapang Kering
  • Dapat menurun sekaligus menstabilkan PH air. Namun ia tidak boleh digunakan secara berlebihan sehingga PH air menjadi tidak stabil karena akan membahayakan nyawa ikan.
  • Menyerap bahan-bahan kimia berbahaya dan meneutralkannya seperti bahan-bahan dari logam berat (zing, aluminium, tembaga).
  • Membunuh bakteria.
  • Baik untuk mengoptimumkan kesehatan ikan peliharaan.
  • Mencantikkan sirip, ekor dan kulit ikan serta memberikan ikan berasa seperti di habitat semulajadinya yang gelap ( khusus cupang )